Rindu

Ada banyak cerita yang ingin dituturkan…

Ada banyak canda tawa yang ingin dibagikan…

Ada banyak tanya yang ingin diucapkan…

Bolehkah saya kembali ke rumah penuh kehangatan ini??? Setelah sekian lama pergi tanpa pamit dan tanpa pesan…

Karena sejujurnya saya rindu… Rindu ke semua orang di rumah ini. Rindu untuk sekedar berbagi cerita. Rindu untuk sekedar menyapa, berbagi tawa, berbagi pengalaman. Rindu untuk……………………………

MERUSUH 🙂 🙂 🙂

Antara Sabar, Gaji dan Ramadhan

Tadi pagi saat membaca postingannya mas Belukar tentang kesabaran saya memberi komentar kalau saya saat ini tetap sabar menunggu gaji saya yang tidak kunjung keluar hingga setahun 😦 😦 

Namanya juga Pegawai Tidak Tentu, ya apa-apa tidak tentu, termasuk tidak tentu kapan gajiannya. Seperti saya, walaupun saya bekerja selama 12 bulan tapi gaji yang dibayarkan hanya 11 bulan. Kabar yang beredar di kalangan teman-teman saya adalah suatu kemakluman kalau kami tidak mendapat gaji pertama. Kalau itu terjadi di seluruh Indonesia sih, saya bisa ikutan ikhlas, tapi ini??? cuma terjadi di kabupaten saya saja. Akhirnya setelah mendesak dinas terkait maka pengamprahan gaji pertama saya dan teman pun baru dilakukan setelah empat atau lima bulan kemudian. Alhasil, kemarin sewaktu resign saya hanya mendapat 11 bulan gaji. Teman-teman saya selalu berkata untuk mengikhlaskan saja gaji pertama saya. Bagi saya, ya nggak bisa dong. Secara, udah capek-capek kerja tapi kok ya gaji pertama ditahan. Kalau tadi judulnya kerja sukarela, nah itu, baru ikhlas nggak digaji. Nah yang ini, gaji itu memang ada, kok nggak nyampe ke penerimanya.

Menjelang siang, teman saya menelfon dan memberi kabar kalau ada sejumlah uang di rekening gajinya dan meminta saya untuk juga mengecek rekening gaji saya. Dengan berbekal ketidakyakinan hati akan gaji yang mungkin tidak akan pernah keluar dan ditemani panas teriknya kota Medan, saya pun berangkat menuju Kantor Pos Besar Medan. Di sana, Alhamdulillah si kakak penjaga loket berkata ada uang di rekening gaji saya yang seharusnya kosong. Yah… Alhamdulillah berarti ada sedikit rejeki buat Lebaran nanti. 

Setelah gaji keluar dan berhubung bulan ini bulan Ramadhan yang Insya Allah penuh berkah bagi kita semua, yang harus dilakukan pertama adalah menghitung zakat penghasilan sebesar 2,5%. Mengenai zakat yang satu ini, ibu saya setiap tahun selalu berkata

“Insya Allah, zakat yang dikeluarkan bisa membawa berkah buatmu. Uang atau gaji itu bukan masalah banyak atau sedikit. Tapi masalah berkahnya. Berapa banyak orang yang punya gaji besar tapi terkadang dia sendiri pun nggak tahu gajinya habis kemana. Itu artinya gajinya mungkin nggak berkah. Salah satu cara supaya gaji kita berkah, ya dikeluarkanlah zakatnya.”

 Supaya si penerima zakat merasakan zakat yang diberikan, saya membayar zakat penghasilan saya sekali setahun. Agar gampang, zakat itu dikeluarkan setiap Ramadhan. Entah itu termasuk berkah atau tidak tapi saya merasakan manfaat dari membayar zakat. Ramadhan dua tahun yang lalu, saat saya baru pertama kali bekerja, saat gaji saya sekian ratus ribu, ibu saya sudah mengingatkan tentang zakat. Alhamdulillah, selang diawal tahun 2010 saya mendapat pekerjaan baru, sehingga saya bisa bekerja di dua tempat. Otomatis, gaji saya pun bertambah.

Beberapa bulan bekerja di dua tempat, keluarlah pengumuman penerimaan Pegawai Tidak Tentu di situs “favorit” saya. Alhamdulillah, saya lolos penerimaan itu. Nominal gaji saya pun bertambah. Setelah Ramadhan tahun lalu, gaji saya naik tanpa saya duga. Sebenarnya kenaikan gaji itu sudah pernah diberitahukan sewaktu pembekalan di awal kerja. Tapi, pemberitahuan itu juga disertai dengan pemberitahuan ketidakpastian kapan kenaikan gaji itu karena masih dalam tahap pembicaraan pihak terkait dengan si Ibu

Dan, Ramadhan tahun ini, saat saya sudah mulai menghitung-hitung zakat yang mesti saya keluarkan, terjadilah hal yang tidak saya duga. Semoga… di Ramadhan kali ini, masih ada kejutan menyenangkan buat saya.

Halitosis

mulut

Udah mau puasa nih…. Seperti kebiasaan, kalau puasa ‘kan mulut tu khas bau naga-nya. Syukur-syukur orang yang di ajak bicara nggak pingsan karena bau mulut naga. Sebenarnya apa sih yang namanya bau naga eh bau mulut itu??? Bau mulut atau Halitosis yang terjadi pada saat berpuasa disebabkan karena sering terjadinya pengurangan produksi kelenjar saliva atau kelenjar ludah…  Sebenarnya ada banyak lagi penyebabnya, antara lain adanya plak atau karang gigi, lubang gigi, sisa makanan yang tertinggal, dan gusi yang meradang seperti pada sariawan dan gusi berdarah. Selain itu ada penyakit DM, jantung, hati dan maag juga bisa menyebabkan bau mulut. Continue reading

Ada Udang Di Balik Bakwan

Kemaren tiba-tiba saya ditanya oleh teman yang dulu jaman kuliah nggak begitu dekat. “Pernah mikir tentang nikah nggak?” Kaget itu reaksi pertama saya. Ngapain juga ni anak nanya-nanya tentang nikah. Dan dari satu pertanyaan  itu mengalirkan sebuah pengakuan darinya.

Dia bercerita,  mungkin mengadu lebih tepatnya, kalau dia baru nyadar bulan September nanti umurnya sudah mendekati angka 30. Dan dia juga bilang kalau selama ini teman-teman kami banyak yang sudah menikah, punya dua atau tiga anak, sementara dia prospek punya pacar aja masih segelap langit malam. Waktu dia curhat yang ada pikiran saya cuma “Ebuset. Ni anak salah tempat curhat.” Ya iyalah saya yang juga masih belum menikah kok malah dicurhatin masalah pengen nikah. Continue reading