Langkah Nadia

Nadia berangkat sekolah dengan rasa malas yang lebih hebat daripada biasanya. Hari ini pun ada ulangan Kimia, Nadia semalaman hanya membaca novel, tak menyentuh bahan ulangan. Ya, sudah seminggu ini Nadia merasa sekolah Nadia bukan sesuatu yang menyenangkan lagi. Ini karena Nadia mendapat kabar dari papa, bahwa papa akan dipindah tugas ke Surabaya. Ah, bagaimana bisa Nadia meninggalkan Bandung yang sudah menjadi kota kecintaannya. Karena semua teman dan impian telah ia miliki di kota kelahirannya itu. Continue reading

Cinta Yang Berbeda

 

Love is bullshit, isn’t???

Mereka yang percaya cinta hanyalah orang-orang bodoh. Makanya tak sekalipun aku pernah percaya pada cinta. Pacaran boleh, suka oke, tapi cinta??? itu lain soal.

Hei… jangan menghakimi aku sebagai seorang perempuan murahan atau perempuan tipe playgirl. Aku perempuan baik-baik. Hanya saja aku tak percaya pada cinta. Tidak… Tidak ada satu hal atau kejadian buruk apapun yang pernah kualami berkaitan dengan cinta. Aku hanya tak percaya cinta. Itu saja. Continue reading

A Thousand Miles

 

Sudah 30 menit Mita melakukan aktivitas gak jelas di kamar, tangannya memegang ponsel sambil kadang-kadang diangkat ke atas dan digoyang-goyangkan persis tarian supporter bola di Senayan. Sesekali terdengar teriakan geram dari mulutnya “aaargggghhh”.  Kemudian ia berteriak lagi “ini sinyalnya kenapa sihhh, gak kekirim-kirim dehh Whatsapp-nya”. Ooooh rupanya aktivitas gak jelas yang dilakukan Mita adalah usaha pencarian sinyal demi bisa kirim whatsapp ke Doddy.

 “Heh nenek, ngapain dari tadi lo senyam-senyum disitu” Semprotan Mita mau tak mau mengagetkanku yang dari tadi duduk bengong di depan kamar memperhatikan kelakuannya sambil sesekali tertawa. “Lah lo sendiri ngapain dari tadi nari hula-hula gak jelas gitu? Stress lo ya?” ledekku kepadanya. “Gue lagi nyari sinyal inihh, gara-gara Whatsapp gak terkirm gue jadi berantem deh sama Doddy” Mita merajuk. “Yaelah kenapa gak telepon aja sihh, kan lebih enak ngomongnya lebih jelas, gak bakal salah paham” saranku. “Mahal neneeeeek, ini kan tanggal tua uang kiriman emak gue kemaren cuma cukup buat makan seminggu huhuhu” Mita merajuk lagi. Continue reading