Postingan (Sok Tahu) Untuk Timnas U-19

3 hari yang lalu saya membaca tweet seseorang yang berbunyi “Gini permainan Timnas U-19 yang  udah keliling dunia? Iba kita..” pada saat berlangsungnya pertandingan AFC Cup 2014 Indonesia vs Uzbekistan. Tadi saya pun kembali membaca tweet entah siapa yang berkata kalau prestasi Timnas U-19 itu tidak seindah cerita di buku dan filmnya.

Hhhmmm… Sepertinya ada yang salah dengan dua kicauan diatas. Sepengetahuan saya, Timnas hanya pernah melakukan ujicoba di Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam dan terakhir kali di Spanyol. Apa layak ujicoba di 3 negara tersebut dikatakan sudah keliling dunia? Saya rasa tidak. Bicara tentang buku dan film mereka yang kabarnya cukup glamor… Saya memang belum pernah menonton Garuda 19 tapi saya pernah membaca kedua buku kisah mereka Gawang Merah Putih dan Semangat Membatu yang kemudian diadaptasi ke layar lebar menjadi film Garuda 19.

Tidak satu pun isi dari kedua buku itu yang bertutur tentang glamornya Timnas U-19. Di Gawang Merah Putih, buku itu adalah sebuah novel reportase yang mengambil latar saat Tour Nusantara 1 disertai sedikit kisah masa lalu beberapa punggawa Timnas U-19 dan sedikit lainnya adalah hasil imaji penulis. Sementara Semangat Membatu bertutur tentang perjuangan Timnas U-19 ketika mereka masih menjadi Timnas U-16.  Perjalanan panjang yang cukup miris hingga mereka beranjak ke Timnas U-19 yang baru dikenal masyarakat ketika dengan hasil gemilang mereka mengalahkan Timnas Korea.

Setelah kemenangan atas Timnas Korea itu tiba-tiba ada banyak masyarakat yang mendukung Timnas. Mengaku sebagai suporter garis keras. Apalagi ketika Timnas U-19 banyak meraih kemenangan ketika Tour Nusantara I dan II. Dan pujian itu berbalik arah ketika kekalahan pelan-pelan mulai menghampiri Timnas U-19 termasuk kekalahan diajang AFC Cup 2014 ini.

Saya jadi teringat pada tweet seorang atlet nasional tentang kekalahan dan kemenangan yang mereka raih :

“Jika tidak mendukung kami disaat kalah, jangan pernah bersorak jika kami menang.” – Muhammad Ahsan

Setuju banget dengan pendapat Ahsan.  Hanya mereka yang mendukung di saat kalah adalah orang yang tepat bersorak ketika kemenangan itu menghampiri. Buat saya, salah satu orang itu adalah bokap. Ayah adalah pendukung Timnas U-19. Tidak ada satu pun pertandingan Timnas U-19 yang beliau lewatkan. Bahkan ketika saya dan anggota keluarga lainnya bertandang ke rumah saudara, saat pertandingan Timnas U-19 berlangsung, beliau mengundurkan diri dari percakapan yang sedang berlangsung, menonton pertandingan, dan kembali ke percakapan ketika jeda antar babak.

Ketika para atlet itu bertanding mendadak kita menjadi yang paling ahli, yang paling mengerti tentang pertandingan yang sedang berlangsung, yang paling jago tentang taktik yang harus dilakukan. Padahal kalau disuruh olahraga beneran malesnya minta ampun 😛

Saya bukan pendukung Timnas, entah itu U-19 atau U-23 ataupun senior. Saya tak begitu menggemari sepak bola. Saya pencinta bulutangkis yang gak bisa bermain bulutangkis 😀 Saya hanya suka melihat pertandingan bulutangkis yang disiarkan di televisi sejak jamannya Ricky Subagdja – Rexy Mainaki *ketauan angkatan tua*

Post ini pun bukanlah postingan mencari pembelaan atau pembenaran atas kekalahan Timnas U-19. Ini hanyalah postingan uneg-uneg saya akan banyaknya cacian, kritik (tanpa solusi) terhadap dunia olahraga kita. Kita hanya melihat ketika mereka bertanding di layar kaca, tapi kita tak pernah tahu bagaimana perjuangan para atlet itu dari dulu hingga namanya berkibar. Kita hanyalah melihat hasil tanpa memandang proses.

Ah.. sudahlah.. mungkin saya memang sok tahu.. 😀

“Kegagalan adalah cara Tuhan untuk menguji apakah hatimu cukup lapang untuk menerima sesuatu yang begitu sangat kau inginkan namun tak berhasil kau raih.”

gambar diambil dari @Garuda_19

Never give up boys.. Pendukung setiamu hanyalah orang-orang yang tetap yakin dan percaya kepadamu bahkan ketika kau tak yakin lagi pada diri sendiri.

Sumatera Utara, 13102014. 05.38 WIB.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s