Tentang Tanktop Miss D

Miss D..

Saya mengenalnya sejak masih berbaju putih-merah. Tapi kemudian Miss D pindah sekolah mengikuti papanya yang pindah kerja. Dan kami pun saling kehilangan kontak.

Website hasil kreasi Mark Zukercberg yang kemudian membuat saya bisa menemukannya lagi. Terima kasih untuk beliau atas kreasinya yang telah mempertemukan banyak tali persahabatan yang sempat renggang.

Komunikasi saya dan Miss D pun berlanjut. Kadang via telepon namun lebih sering via BBM atau Whatsapp karena jarak kami yang terlalu jauh khususnya ketika saya berada di Halmahera. Sesekali ia datang ke Medan bertepatan dengan jadwal kepulangan saya.

Lucunya ketika saya sudah kembali ke Medan ia malah ogah untuk datang ke Medan. Katanya karena saya sudah ada di Medan jadi ia tak perlu mengatur waktu khusus untuk menemui saya. Kapan gilanya kumat saya dia datang.

Dan kegilaan itu hadir di Senin pagi kemarin. Tiba-tiba ia mengabari saya kalau ia sudah ada di Medan dan memaksa saya untuk menemaninya ke Pasar Ikan Lama. Pasar Ikan Lama itu bukan pasar yang menjual ikan atau sayuran tapi menjual kain meteran, baju-baju gamis, peralatan shalat, jilbab hingga oleh-oleh dari Timur Tengah. Iya, air zamzam, kurma hingga ceret kuningan khas oleh-oleh orang yang pulang ibadah Haji dijual di Pasar Ikan Lama.

Siang itu Miss D tampil cantik dengan tanktop, sweater dan jins belelnya. Body kita emang beda 180 derajat. Kita adalah replika angka 10 yang sempurna. Tentunya angka 0 itu merujuk ke saya :p

“D, kau gak malu jalan sama aku yang berjilbab gini sementara kau pake tank top.”

 

“Bodo apa kata orang. Gue gak peduli. Sekarang masalahnya lu malu gak jalan sama gue?”

 

Saya tertawa. “Kalau malu aku gak disini, panas-panasan, nemeni kau nyari telekung.”

Itu pertanyaan yang pertama kali saya lontarkan ketika melihatnya. Meski sewaktu di dalam mobil saya melihat ada sweater di bangku belakang. Mungkin dia segan tampil terlalu seksi dengan saya yang berjilbab ini. Tapi saya masa bodoh, toh apa pun yang dikenakannya yang saya tahu ia teman dekat saya.

Acara perburuan telekung terhitung sukses, hanya berlangsung selama 1,5 jam.  Itu juga karena protes saya yang mengeluh kalau saya sudah lelah diajak berkeliling Pasar Ikan Lama yang lumayan besar itu cuma untuk mencari sepotong mukena dengan harga super miring. Dan Miss D cuma ngakak mendengar protes saya 😐

“1 toko lagi deh. Gue mau nyari jilbab buat ponakan gue.”

Sama kayak di toko-toko sebelumnya, toko terakhir yang kita datangi juga penuh sesak. Iya, ini mau dekat lebaran dan puasa. Orang-orang sudah pada heboh untuk nyari baju lebaran dan perlengkapan shalat. Dan saya sebel ketika harus berada di tempat keramaian yang penuh sesak seperti itu.

Di toko terakhir itu saya melihat seorang anak perempuan berseragam putih merah sedang dimarahi seorang ibu. Si ibu memaksa si anak untuk memakai jilbab pilihannya. Tentu saya si anak menolak. Ia berteriak dengan suara melengking kalau memakai jilbab itu panas. Dan si ibu makin memarahinya dengan mencubitnya. Jelas, si anak menangis dan si ibu makin mencubitnya sambil menyuruhnya diam dan lanjut memakai jilbab yang dipegang si ibu.

Gak tahan dengan kebisingan itu saya menarik tangan Miss D keluar. Ia menurut.

Keluar dari Pasar Ikan Lama, kita berdua kelaparan. Berhubung sejak kapan tahun saya tuh ngidam banget dengan Double Cheeseburger-nya McD, Miss D pun mengarahkan mobilnya ke McD Merdeka Walk yang tak jauh dari Pasar Ikan Lama. Tanpa diduga ia curhat panjang lebar ke saya.

“Gue benci ngeliat ibu-ibu yang suka maksain anaknya. Apalagi ibu-ibu yang maksain anaknya pake jilbab kayak ibu yang tadi. Emang apa salahnya kalau si anak belum mau pake jilbab? Lagian itu anak juga belum baligh kok jadi belum ada kewajiban nutup aurat.”

“Sepanjang masa sekolah, sejak gue pindah SD, gue selalu sekolah di sekolah Islam dan pesantren. Tiap hari gue pake jilbab. Tapi gue nggak ngerasa kalau pake jilbab itu karena dari hati gue atau karena perintah Allah. Tapi karena peraturan sekolah.”

“Gue capek disuruh-suruh nutup aurat. Gue capek, Put. Makanya tamat SMU gue lepas jilbab. Gue belum ngerasa pantas dengan kelakuan gue lantas gue pake jilbab. Entar orang menyalahkan jilbab yang gue pake bukan pribadi gue.”

“Coba deh lu itung sendiri berapa kali lu pernah dengar orang ngomong ‘pake jilbab kok kelakuannya jelek gitu.’ Itu bukti kalau pake jilbab itu juga harus disertai tanggung jawab untuk ngejaga perilaku.”

Saya bingung bagaimana harus mengomentari perkataannya.

“Yah… jilbab itu kan dari hati. Gak bisa dipaksain.”

Singkat, standar dan gak mutu banget.

Tapi otak saya memang nggak bisa memikirkan jawaban yang lebih tepat dari itu.

Sebelum kita pisah, Miss D lagi-lagi ngagetin gue dengan ucapannya.

“Thanks ya, Put. Lu gak pernah nge-judge gue karena buka jilbab.Nggak ngerasa risih jalan sama gue walaupun baju gue ketat-ketat banget. Thanks buat selama ini lu nggak pernah nanya alasan gue buka jilbab.”

Lagi-lagi jawaban saya nggak mutu banget.

“Aku bukan siapa-siapa, D. Aku nggak pernah berhak nge-judge siapa pun. Toh aku pake jilbab gini juga bukan berarti aku sudah sempurna. Jilbab yang aku pake pun juga dibilang banyak orang sebagai jilbab kafir. Berjilbab tapi diikat kebelakang, bukannya dibiarkan menjuntai ke bawah untuk menutupi bagian dada. Aku masih sering marah-marah daripada belajar ngendalikan emosi.  Aku masih seneng ngeliat cowok-cowok shirtless yang sering wara-wiri di @_LadyBoners :p Aku masih nggak ngerasa risih ngebaca buku-buku dengan adegan uhuk-ihik-ehem didalamnya. Aku masih jauh dari sempurna. Jadi aku belum berhak untuk menghakimi perbuatan orang lain termasuk menghakimi kau.”

Selesai mengucapkan kalimat-kalimat itu saya merasa plog banget dan meninggalkan dia sambil berjanji besok kita bakal shopping bareng lagi 😀

xoxo,

Putri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s