Like Mother, Like Daughter

Sebagai anak perempuan yang sedang di rantau orang, si mama selalu saja rajin menghubungi saya. Biasanya sekedar bertanya kabar saya, pekerjaan, teman serumah…. dan sudah makan atau belum. Biasanya sih si mama menelpon setiap beberapa hari sekali. Kalau si mama nggak menelpon saya, tanpa bermaksud lebay, pasti saya merasa ada saja yang kurang dalam satu hari itu.

Kalau sudah begitu, biasanya saya sering teringat pada kebiasaan si mama. Seringnya sih inget sama masakannya si mama. Meskipun kemampuan memasak si mama tidak bisa disejajarkan dengan kemampuan para chef, minimal di rumah tidak pernah kekurangan makanan. Selain itu, yang paling sering mengingatkan saya pada mama adalah kebiasaan mama mengatur perabotan di rumah.

 Mama itu orangnya gampang bosan bila melihat susunan perabotan. Jadi tarik sana tarik sini, pindah sana pindah sini perabotan udah jadi kebiasaan tetap Mama. Posisi perabotan di rumah, paling lama bertahan selama tiga bulan, lewat itu pasti sudah berganti posisi. Yang selalu jadi pesuruh Mama setiap kali beliau memindahkan perabotan, ya saya.

 “Putri, angkat ini dulu.”

 “Putri, bantu dulu Mama pindahkan meja ini.”

 “Geser pelan-pelan itu mejanya.”

 Itu beberapa kalimat perintah si Mama. Yang paling menyebalkan dari acara pindah-memindahkan perabotan ini adalah si Mama nggak peduli masalah waktu. Kalau tiba-tiba Mama ingin memindahkan barang, malam hari pun dikerjakan.

 Sekian lama saya nggak merasakan ritual itu lagi selama di Maluku Utara ini, saya merasakan sedikit saja kehilangan. Dan tanpa saya sadari, sepertinya saya sudah mulai meniru apa yang dilakukan si Mama. Saya hitung-hitung, waktu empat bulan saya di Maluku Utara ini, saya sudah memindahkan perabotan saya sebanyak empat kali. Itu artinya setiap bulan pasti saya merubah posisi perabotan di kamar saya. Walaupun barang-barang saya cuma satu meja, dua koper yang merangkap lemari, satu kasur, dua keranjang pakaian dan satu kipas angin. Parahnya, hampir kebanyakan waktu saya melakukannya pada malam hari. Rasanya nggak sah aja menunggu hingga besok pagi tiba. Hhhmmm… lama-lama saya mikir….

 Like Mother, Like Daughter, isn’t it??? winking

picture taken from here

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s