Godaan

Saya kangen Medan. Lebih tepatnya saya kangen rumah. Segala tentang Medan saya kangenin. Mulai dari si mama yang selalu marah bila saya mulai malas-malasan, si ayah yang selalu ogah-ogahan kalau mau diperiksa tensinya, si adek yang kadang riwil minta tambahan uang jajan. Itu di dalam rumah.

 Di luar rumah, saya kangen menjelajahi Plaza Medan Fair dan Gramedia Gajah Mada buat mencari buku ataupun hanya sekedar cuci mata. Kangen jalan-jalan ke Medan Plaza buat nonton, abis kalau ke Sun Plaza terlalu jauh euy. Kangen jalan sendiri ke Gramedia Medan Mall hanya untuk melihat-lihat buku yang ada. Kangen dengan masakan yang beraneka ragam yang tersedia di setiap sudut kota Medan. Kangen dengan logat Medan yang cenderung kasar. Bahkan saya kangen dengan macetnya. Oke… yang terakhir ini hanya perasaan sentimentil saya aja.

 Memang belum enam bulan saya meninggalkan Medan. Makanya banyak yang bilang kangen saya terlalu berlebihan. Gimana lagi nanti kalau bertahun-tahun saya merantau. Maklum, ini perantauan terjauh dan terlama saya. Jadi anggap saja saya belum terbiasa.

 Masalahnya, mungkin jagat raya ini sudah bersekutu untuk terus membangkitkan rasa kangen saya ke Medan. Berulang kali masuk sms ke ponsel saya yang menawarkan tiket murah yang bisa diakses lewat situs web ataupun telpon. Duh… terlalu menggoda bukan??? Perantauan, pekerjaan yang tak kenal liburan, kangen rumah dan tiket murah adalah kombinasi yang menyakitkan. Ya… setidaknya bagi saya….

Betapa tergodanya saya saat melihat tiket murah itu….

gambar nyolong dari sana

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s