Aku dan Yogyakarta

Tadi siang keisengan saya kumat. Saya iseng bertanya pada seorang teman lagu apa yang amat sangat diingatnya sampai sekarang. Dia bilang ada satu lagu yang amat sangat membekas karena populernya dijaman sekolah dulu. tapi itu cerita nanti, sekarang saya sedang pingin cerita tentang lagu favorit saya.

Lagu itu lagu lawas dari band lawas Indonesia. Pernah dengan lagu-lagunya Kla Project??? Nah, itu band yang sampai sekarang masih bisa bikin saya mewek dengan lagu Yogyakartanya. Bukan, lagu ini jadi kenangan bukan karena saya tinggal Yogyakarta (satu informasi penting : SAYA BELUM PERNAH KE YOGYAKARTA 😦 😦 😦 ) tapi karena liriknya yang begitu kena dihati.

Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja.

Di persimpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima
Menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi
Sering laraku kehilanganmu
Merintih sendiri
Ditelan deru kotamu.

Walau kini kau t’lah tiada tak kembali
Namun senyummu hadirkan senyummu abadi
Ijinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati.

Pada awalnya saya jatuh cinta pada lagu ini bukan pada komposisi musik atau kejernihan suara Katon Bagaskara tapi pada lirik lagunya. Lirik “pulang ke kotamu. Ada setangkup haru dalam rindu” itu yang buat saya jatuh cinta. Kata-katanya membuat greget saya. Waktu jaman SMU dulu, pas lagi ujian caturwulan pertama (jadul baget yah masih pake istilah caturwulan) kelas saya dipakai oleh kakak kelas tiga buat ujian. Dan dimeja saya, ada kakak senior yang menuliskan lirik itu diselembar kertas yang diremas-remas lalu dicampakkan begitu saja ke laci meja saya. Saya nggak tahu apakah itu ungkapan perasaannya ke seseorang ataukah hanya sebuah keisengan belaka. Tapi yang pasti setelah menemukan kertas itu saya pun mulai mencari tentang lagu itu. Ternyata lagunya memang mantep.

Kenangan kedua lagu itu masih saat saya SMU. Atas permintaan ibu di rumah saya pindah sekolah. Malangnya belum sempat mengadakan acara perpisahan saya sudah harus pindah. Seorang teman dekat kecewa berat dengan saya. Lirik “ijinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi. Bila hati mulai sepi tanpa terobati” seperti menjadi ungkapan perasaan saya terhadap dia dan teman-teman yang marah karena kepindahan mendadak saya.

Kenangan lainnya tentang lagu Yogyakarta terjadi sekitar tiga atau empat tahun yang lalu. Seorang cowok meminta saya untuk menjadi istrinya dalam percakapan via ponsel. Entah karena kebetulan atau apapun itu lagu yang terdengar dari mp3 di laptopnya malam itu adalah lagu Yogyakarta. Kota itu punya arti khusus buat dia. Dia lama mukim dan kuliah di kota itu.

Hhhmmm…. entahlah. Mungkin lagu itu hanyalah sebuah lagu yang terlalu dalam maknanya bagi saya yang lebay ini. Atau mungkin hanya sebuah lagu yang secara tidak sengaja muncul dalam momen-momen hidup saya…

Saya jadi penasaran. Apa artinya Yogyakarta buat personil Kla Project sendiri ya???

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s